Tampilkan postingan dengan label Sekilas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekilas. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2009

Baru Saja Muncul, Google Android 1.5 Cupcake

Posted by admin May 1

Google Android 1,5 atau yang juga disebut dengan cupcake telah dirilis oleh T-mobile. Update software ini dapat dilakukan oleh para pengguna ponsel G1, namun dengan ketentuan merek belum pernah melakukan crack terhadap ponsel pinter mereka. Jika mereka telah melakukan crack, maka para pengguna ponsel ini harus menemukan cara lain jika mereka menginginkan sistem operasi terbaru Google Android 1.5 atau Cupcake.


Dalam Update yang telah dilakukan oleh T-Mobile ini ada beberapa feature yang telah diikutkan, yaitu Sistem Zoom camera yang digunakan untuk mengatur ukuran gambar saat akan di photo. Kemudian Para pengguna G1 yang telah melakukan update terhadap sistem operasinya akan mampu untuk mengupload gambar tersebut secara langsung gambar yang telah mereka ambil melalui ponsel mereka ke YouTube.
Selain itu adapula feature touchscreen keypad atau keypad layar sentuh yang semakin memanjakan para pengguna ponsel G1. Diklaim pula bahwa saat ini para pengguna akan menerima sms daru T-Mobile mengenai apa saja yang mungkin akan dijumpai pada generasi mendatang, yaitu G2.





Senin, 11 Mei 2009

KECERDASAN INTELEKTUAL

Submitted by henry on Sat, 07/14/2007 - 08:53.
Posted March 6th, 2007 by sontang
Anak-anak dengan kemampuan sangat istimewa-atau sering juga disebut anak berbakat/jenius-yang tersebar diberbagai wilayah Tanah Air (termasuk keturunan Debataraja) perlu dioptimalkan sejak dini. Untuk itu, dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk menemukan dan memotivasi anak berbakat ini dengan cara benar sangat diperlukan, terutama agar potensi diri dan intelektual mereka terus terasah dan berkembang. “Penanganan anak-anak berbakat ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah juga perlu memberi perhatian serius terhadap keberadaan dan potensi mereka. Sebab dinegara-negara maju, penanganan anak berbakat sudah merupakan bagian dari pendidikan,” kata Yohannes Surya, Ketua Umum Yayasan Tim Olimpiade Fisika Indonesia, saat menjadi pembicara dalam seminar Pendidikan yang digelar sekolah BPK Penabur di Jakarta, Kamis (1/3).

Tampil juga sebagai pembicara dalam acara itu Philip Purnama, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills, dan Ketua BPK Penabur Jakarta Robert Robianto.Bagi kita keluarga besar Simamora Debataraja; bagaimana respons kita menyikapi hal ini?” Parsidohot do hita manarihon angka ianakhonta na berbakat alai ndang sanggup natorasna? Bagaimana caranya......, ikuti perkembangan zaman melalui portal kita di www.debataraja.org. “Dukungan pemerintah saat ini sudah cukup bagus. Komisi X DPR juga sudah mendukung pengalokasian beasiswa untuk siswa berbakat Indonesia yang akan melanjutkan pendidikan S2 dan S3. Tahun depan, kami minta juga supaya ada tambahan beasiswa S1 untuk siswa berbakat,” kata Yohannes. Bagaimana cara memperolehnya? Ikuti penjelasannya dalam topik :”Komunitas Debataraja mempersiapkan diri layak Beasiswa”.Menurut Yohannes, jumlah anak berbakat bisa mencapai2-2,5% dari total anak Indonesia. (Tontu gumodang ma ra sian halak hita jala pomparan ni Debataraja.). Anak-anak ini harus ditemukan dan difasilitasi. Dengan penanganan yang tepat, potensi anak berbakat ini menjadi luar biasa bagi masa depan bangsa, bahkan suatu saat anak bangsa ini bisa menjadi pemenang Nobel.Anak-anak ini bisa didukung untuk mendapatkan pendidikan dari perguruan tinggi terbaik didunia. Sebab, daya saing anak berbakat Indonesia (Debataraja) seperti dibidang sains sudah terbukti tidak kalah dari negara lain.Philip Purnama mengatakan, anak-anak didik dinegara ini perlu diarahkan untuk berani bersaing memasuki perguruan top dunia. Untuk itu sejak kelas I SMA, siswa sudah harus disiapkan agar mendaftarkan diri ke bidang study yang diminati di universitas top dunia.Salah satu upaya yang dilakukan untuk memfasilitasi siswa berbakat di Tanah Air adalah dengan mendirikan sekolah khusus. Langkah ini ditempuh, antara lain, oleh BPK Penabur dengan membuka kelas “Brilliant” mulai bulan Juli 2007.Nah, siapa diantara kita yang tergerak menelusuri informasi ini ? Kami percaya diantara sekian banyak keturunan Debataraja diseluruh dunia akan ada yang sudah (akan) lahir sebagai anak berbakat. Mari kita dorong dia/mereka untuk merebut peluang di BPK Penabur. Selamat berjuang dan semoga berhasil.!!!Disarikan dari Harian Kompas (2/3-07)Oleh : Sontang Tampubolon/ anggota OC.
Info lengkap: http://www.bpkpenabur.or.id/psb0708/brilliant/index.html


Menemukan Makna Hidup Dengan Kecerdasan Spiritual

Sunday, 18. March 2007, 06:53:40

Anda mungkin pernah mendengar bahwa kecerdasan emosional membuat orang lebih mudah mencapai sukses. Tapi tahukah bahwa untuk menemukan makna kehidupan dan kebahagiaan diperlukan kecerdasan spiritual?

Tony Puzan, seorang pakar otak manusia dari Amerika mengatakan seseorang bisa merasa bahagia dalam segala situasi jika memiliki kecerdasan spiritual. Namun seseorang yang taat beragama belum tentu cerdas secara spiritual. Bila demikian, apa sebenarnya kecerdasan spiritual itu?



Bukan Kecerdasan Emosional
Semula, orang hanya mengenal kecerdasan intelektual, kemudian muncul kecerdasan emosional dan kini kecerdasan spiritual. Kecerdasan emosional dipopulerkan oleh Daniel Goleman yang mengatakaan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk memahami orang-orang lain, berinteraksi dan mengembangkan empati, simpati, untuk bisa bekerja sama.

Para ahli neurology kemudian menemukan bahwa ada bagian otak manusia yang mampu menyerap kejadian spiritual, menyadari kehadiran Tuhan dan memaknai kehidupan.

Ciri cerdas spiritual
Bila kecerdasan spiritual diartikan sebagai rajin beribadah, maka Anda keliru. Kecerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang memberi makna pada kehidupan. Menurut Tony Buzan, ciri kecerdasan spiritual pada seseorang adalah; kerap berbuat baik, menolong, memiliki empati yang besar, memaafkan, mampu memilih kebahagiaan, memiliki sense of humor yang baik dan merasa memikul sebuah misi yang mulia.

Melatih Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan spiritual bisa didapat dengan mengikuti training, yang didalamnya terdapat pelatihan terdiri:

-Management of anger, peserta dilatih untuk bersedia memaafkan orang-orang yang sudah menyakiti hati. Jadi pemberian maaf tidak lagi hanya di bibir tapi sampai ke hati.
-Random act kindness, artinya menolong orang yang tidak Anda kenal sehingga tidak ada motif tersembunyi. Pelatihan ini memicu kita hidup bahagia dan mudah menolong orang lain.
-Kesabaran dan kemampuan menemukan misi hidup, orang yang tahu misi hidupnya akan merasa memikul misi tersebut sehingga merasa hidup ada tujuannya dan bermakna bagi orang lain. Misi tersebut akan menjadi guide, cahaya yang menerangi orang itu dalam perjalanan hidupnya.


Sabtu, 11 April 2009

Tata Surya

Tata surya dalam bahasa inggris disebut solar system terdiri dari sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang yang mengelilinginya. Pengertian tata surya yang lain adalah kumpulan benda-benda langit dimana matahari sebagai pusatnya. Tata surya menurut ilmu pengetahuan yang terbaru dikelilingi oleh delapan buahplanet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, meteor,asteroid, komet, planet-planet kerdil/katai (asteroid) , dan satelit-satelit alami.
Tata surya dipercaya terbentuk semenjak 4,6 milyar tahun yang lalu melalui beberapa terori pembentukan tata surya sebagaimana disampaikan para ahli.
Tata surya terletak di tepi galaksi Bima Sakti dengan jarak sekitar 2,6 x 1017 km dari pusat galaksi, atau sekitar 25.000 hingga 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Tata surya mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dengan kecepatan 220 km/detik, dan dibutuhkan waktu 225–250 juta tahun untuk untuk sekali mengelilingi pusat galaksi. Dengan umur tata surya yang sekitar 4,6 milyar tahun, berarti tata surya kita telah mengelilingi pusat galaksi sebanyak 20–25 kali dari semenjak terbentuk.
Tata surya dikekalkan oleh pengaruh gaya gravitasi matahari dan sistem yang setara tata surya, yang mempunyai garis pusat setahunkecepatan cahaya, ditandai adanya taburan komet yang disebut awan Oort. Selain itu juga terdapat awan Oort berbentuk piring di bagian dalam tata surya yang dikenali sebagai awan Oort dalam.
Disebabkan oleh orbit planet yang membujur, jarak dan kedudukanplanet berbanding kedudukan matahari berubah mengikut kedudukanplanet di orbit.Teori Asal Usul Tata Surya
Banyak hipotesis tentang asal usul tata surya telah dikemukakan para ahli, diantaranya :
Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant(1724-1804) pada tahun 1775. Kemudian hipotesis ini disempurnakan oleh Pierre Marquis de Laplace pada tahun 1796. Oleh karena itu, hipotesis ini lebih dikenal dengan Hipotesis nebula Kant-Laplace. Pada tahap awal tata surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. Unsur gas sebagian besar berupa hidrogen. Karena gaya gravitasi yang dimilikinya, kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Akibatnya, suhu kabut memanas dan akhirnya menjadi bintang raksasa yang disebut matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan perputarannya semakin cepat. Selanjutnya cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam. Dengan cara yang sama, planet luar juga terbentuk.
Hipotesis Planetisimal
Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak matahari.
Hipotesis Pasang Surut Bintang
Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jean dan Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang sangat mirip dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah awalnya matahari.
Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.
Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle(1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil.
Dari sekian banyak teori yang paling mendekati kebenaran adalah teori Big Bang atau sering disebut sebagai ledakan besar yang terkendali. Bukti kebenaran teori big bang adalah jagat raya dari tahun ketahun semakin mengembang dan semakin luas.
Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars,Yupiter dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang.
Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat teoriheliosentris, yaitu bahwa matahari adalah pusat alam semesta, bukan Bumi, yang digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543) sebelumnya. Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi olehMerkurius hingga Saturnus.
Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain sepertiChristian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter.
Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya
Pada 1781, William Hechell (1738-1782) menemukan Uranus. Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. Neptunus ditemukan pada Agustus 1846. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Pluto kemudian ditemukan pada 1930.
Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada setelah Neptunus. Kemudian pada 1978,Charon, satelit yang mengelilingi Pluto ditemukan, sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto.
Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lain di belakang Neptunus (disebut objek trans-Neptunus) yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit termasuk dalam Obyek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni 2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna (1.800 km pada Maret 2004), Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 (1.500 km pada Mei 2004).
Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Obyek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Dan puncaknya adalah penemuan UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunyaXena. Selain lebih besar dari Pluto, o

Minggu, 15 Maret 2009

SEKILAS TENTANG SEJARAH BAHASA INDONESIA

Ditulis Oleh Admin
Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.
Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional.
Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36).
Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, antara lain, menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.
Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna.
Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.
Informasi dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya, antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen (I-Tsing:63,159), Kou-luen (I-Tsing:183), K’ouen-louen (Ferrand, 1919), Kw’enlun (Alisjahbana, 1971:1089). Kun’lun (Parnikel, 1977:91), K’un-lun (Prentice, 1078:19), yang berdampingan dengan Sanskerta. Yang dimaksud Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara, yaitu bahasa Melayu.
Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.
Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.
Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.
Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).
Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia.
Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Selasa, 24 Februari 2009

SEJARAH

MINIX, sebuah sistem bertipe Unix yang ditujukan untuk penggunaan akademis dirilis oleh Andrew S. Tanenbaum pada tahun 1987. Kode sumber MINIX 1.0 tercantum dalam bukunya Operating Systems: Design and Implementation. Walaupun dapat secara mudah didapatkan, modifikasi dan pendistribusian ulang tidak diperbolehkan pada saat itu. Hak cipta dari kode sumbernya termasuk ke dalam hak cipta dari bukunya yang dipublikasikan oleh Prentice Hall. Sebagai tambahan, disain versi 16-bit dari MINIX kemudian tidak secara baik diadaptasikan kepada versi 32-bit dari arsitektur Intel 386 yang murah dan populer yang digunakan secara luas di komputer pribadi.
Tahun 1991, Torvalds mulai bekerja untuk membuat versi non-komersial pengganti MINIX sewaktu ia belajar di Universitas Helsinki.[9] Hasil kerjaannya itu yang kemudian akan menjadi kernel Linux.
Pada tahun 1992, Tanembaum menulis sebuah artikel di Usenet, mengklaim bahwa Linux sudah ketinggalan jaman. Dalam artikelnya, ia mengkritik Linux sebagai sebuah sistem operasi dengan rancangan monolitik dan terlalu terpaku dengan arsitektur x86 sehingga tidak bersifat portable, di mana digambarkannya sebagai sebuah "kesalahan mendasar".[10] Tanenbaum menyarankan bahwa mereka yang menginginkan sebuah sistem operasi modern harus melihat kepada sebuah rancangan yang berdasarkan kepada model mikrokernel. Tulisan tersebut menekankan tanggung jawab Torvalds yang berujung kepada sebuah debat tentang rancangan kernel monolitik dan mikrokernel.[10]
Sekarang ini Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam[11] sampai superkomputer,[12] dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer.[13] Pengembangan kernel Linux masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara Stallman mengepalai Yayasan Perangkat Lunak Bebas yang mendukung pengembangan komponen GNU. Selain itu, banyak individu dan perusahaan yang mengembangkan komponen non-GNU. Komunitas Linux menggabungkan dan mendistribusikan kernel, komponen GNU dan non-GNU dengan perangkat lunak manajemen paket dalam bentuk distribusi Linux.

SEJARAH

Sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.
Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas.[6] Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver, jurik dan kernel masih belum selesai pada saat itu.[7] Linus Torvalds pernah berkata bahwa jika kernel GNU sudah tersedia pada saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan untuk menulis versinya sendiri.[8]

SEJARAH

Sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.
Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas.[6] Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver, jurik dan kernel masih belum selesai pada saat itu.[7] Linus Torvalds pernah berkata bahwa jika kernel GNU sudah tersedia pada saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan untuk menulis versinya sendiri.[8]

Senin, 23 Februari 2009

TEORI

TEORI AKRESI

Bentuk awal dari teori ini diberikan oleh Scmdith(1944) tapi kemudian dikembangkan dan dimodifikasi oleh Lyttleton (1961). Secara umum, idenya adalah Matahari setelah melewati awan debu akan memiliki selubung gas dan debu dimana didalam selubung tersebut akan terjadi pembentukan planet dengan cara akresi. Dalam modifikasi yang diajukan Lyttleton, ia menunjukkan kalau ide Smhintd mengenai benda ketiga tidak diperlukan Dalam proses akresi, materi yang ditangkap akan mengalami pemipihan menjadi bentuk yang mirip piringan. Manurut Lyttleton, akan terbentuk piringan debu yang tipis di tempat objek planet akan berkembang dan kemudian akan diakresi membentuk objek yang lebih besar. Menurut Harris yang juga mngerjakan dinamika akresi, satelit di dalam sistem Tata Surya terbentuk dari akresi puing-puing debu yang tersisa disekitar planet yang baru terbentuk. Di dalam proses akresi, planetesimal kecil tidak hanya terakresi tapi juga akan mengalami fragmentasi. Tidak dapat dipungkiri teori akresi ini cukup meyakinkan untuk beberapa alasan. Dengan memberikan kondisi Matahari yang sudah ada, teori ini mampu memecahkan masalah momentum sudut meskipun untuk itu planet harus terbentuk dari campuran gas dan debu yang tersebar. Permasalahan yang dihadapi teori ini, salah satunya mengenai temperatur awan antar bintang yang terlalu rendah. Temperatur yang diajukan Lyttleton adalah 3.18 K, pada temperatur sedingin ini, hidrogen dalam awan akan berbentuk atom. Kisaran temperatur yang bisa diterima untuk awan antar bintang yang dingin berada dalam rentang 10-100 K. Masalah lainnya adalah kecepatan 0.2 km s-1. Harga kecepatan tersebut tidak bisa diterima jika interaksi gravitasional antara Matahari dan dan awan juga diperhitungkan. Kecepatan Matahari di Galaksi untuk bintang tipe Matahari ~20 km s-1, dan dengan kecepatan yang sangat rendah yang diberikan Lyttleton, akan sulit bagi Matahari untuk bisa mendekati awan. Dengan mempertimbangkan juga percepatan yang terjadi pada awan dan bintang akibat gaya tarik gravitasi satu sama lainnya, maka kecepatan minimum yang dibutuhkan agar bisa terjadi kontak berkisar pada 0.3 km s-1. Harga inipun masih lebih besar dibanding harga kecepatan yang diberikan Lyttleton. Mekanisme akresi juga dipelajari dan dikritisi oleh Aust dan Woolfson (1973). Mereka menunjukkan akan ada distorsi pasang surut yang luas dan filamen materi akan tersapu keluar dari awan dan mengalami penangkapan. Aust dan Woolfson memberi parameter lain yang akan membuat teori akresi Lyttleton lebih dapat diterima. Mereka mengasumsikan tidak semua materi yang ditangkap akan membentuk planet - sebagian materi akan hilang dari sistem atau ditangkap Matahari -. Salah satu model simulasi yang menggunakan teori akresi sebagai teori terbentuknya Tata Surya adalah model ACRETE yang dikembangkan DOLE(1969).

Minggu, 22 Februari 2009